Anxiety Disorder
Oleh: Maulia Nur R
Apa itu anxiety disorder?
Kecemasan merupakan hal
wajar yang pernah dialami oleh setiap manusia. Kecemasan sudah dianggap sebagai
bagian dari kehidupan sehari-hari. Kecemasan adalah suatu perasaan yang
sifatnya umum, dimana seseorang merasa ketakutan atau kehilangan kepercayaan
diri yang tidak jelas asal maupun wujudnya (Sutardjo Wiramihardja, 2005:66). Kecemasan
merupakan reaksi normal terhadap situasi yang sangat menekan kehidupan
seseorang. Namora Lumongga Lubis (2009:14) menjelaskan bahwa kecemasan adalah
tanggapan dari sebuah ancaman nyata ataupun khayal. Kecemasan adalah reaksi
yang dapat dialami siapapun. Namun cemas yang berlebihan, apalagi yang sudah
menjadi gangguan akan menghambat fungsi seseorang dalam kehidupannya. Jika
kecemasan yang dialami terjadi terlalu sering, berlebihan, dan tanpa alasan
yang kuat, Anda mungkin mengidap gangguan kecemasan alias anxiety disorder.
Anxiety disorder masuk
dalam gangguan mental, sehingga kondisi ini tentu berbeda dengan cemas biasa. Orang dengan anxiety disorder
akan merasa sangat khawatir terhadap berbagai hal, bahkan ketika dirinya sedang
berada dalam situasi normal. Dalam kasus yang parah,
gangguan kecemasan juga bisa sampai mengganggu aktivitas sehari-hari
penderitanya.
Apa saja faktor penyebab kecemasan?
Kecemasan sering kali
berkembang selama jangka waktu dan sebagian besar tergantunga pada seluruh
pengalaman hidup seseorang. Menurut Savitri Ramaiah (2003:11) ada beberapa
faktor yang menunujukkan reaksi kecemasan, diantaranya yaitu :
a. Lingkungan
Lingkungan atau sekitar
tempat tinggal mempengaruhi cara berfikir individu tentang diri sendiri maupun
orang lain. Hal ini disebabkan karena adanya pengalaman yang tidak menyenangkan
pada individu dengan keluarga, sahabat, ataupun dengan rekan kerja. Sehingga
individu tersebut merasa tidak aman terhadap lingkungannya.
b. Emosi yang ditekan
Kecemasan bisa terjadi
jika individu tidak mampu menemukan jalan keluar untuk perasaannya sendiri
dalam hubungan personal ini, terutama 15 jika dirinya menekan rasa marah atau
frustasi dalam jangka waktu yang sangat lama.
c. Sebab-sebab fisik
Pikiran dan tubuh
senantiasa saling berinteraksi dan dapat menyebabkan timbulnya kecemasan. Hal
ini terlihat dalam kondisi seperti misalnya kehamilan, semasa remaja dan
sewaktu pulih dari suatu penyakit. Selama ditimpa kondisi-kondisi ini,
perubahan-perubahan perasaan lazim muncul, dan ini dapat menyebabkan timbulnya
kecemasan.
Apa
saja jenis gangguan kecemasan?
1.
Generalized
anxiety disorder
Seseorang yang mengalami gangguan kecemasan ini
mungkin akan menunjukkan beberapa gejala seperti:
· Mudah
merasa lelah
· Gelisah
terus-terusan
· Kesulitan
berkonsentrasi
· Mudah
tersinggung
· Kesulitan
mengendalikan perasaan khawatir
· Mengalami
gangguan tidur
2.
Panic
Disorder
Ditandai dengan munculnya satu atau dua serangan
panik yang tidak diharapkan, yang tidak dipicu oleh hal-hal yang bagi orang
lain bukan merupakan masalah luar biasa. Secara umum, berikut beberapa tanda
dan gejala seseorang mengalami gangguan panik:
· Merasa
gelisah terus-terusan tanpa alasan yang jelas
· Jantung
berdebar-debar atau detak jantung meningkat
· Napas
tidak teratur
· Berkeringat
dan gemetar
· Tangan
dan kaki terasa kram, kesemutan, atau bahkan mati rasa
· Kesulitan
mengendalikan ketakutan atau kecemasan
3
3. Social Anxiety Disorder
Suatu ketakutan yang tidak rasional dan
menetap, biasanya berhubungan dengan kehadiran orang lain. Tanda dan gejala ini diantaranya:
- Gugup berlebihan ketika
melakukan interaksi sosial
- Ketakutan yang amat sangat
akan rasa diamati atau dinilai oleh orang lain, terutama orang-orang yang
tidak dikenali
- Menghindari tatap mata
dengan lawan bicara
- Memilih berdiam diri atau
bersembunyi untuk menghindari orang lain
- Menarik diri dari aktivitas
sosial
- Wajah memerah ketika diminta
bicara di depan banyak orang
- Sakit perut
- Mual
- Gemetar, termasuk suara juga
jadi gemetar
- Jantung berdebar-debar
- Berkeringat
- Merasa pusing atau ingin pingsan
4. Fobia Spesifik
Orang dengan fobia spesifik akan memiliki ketakutan
yang sangat intens terhadap suatu objek, benda, atau situasi tertentu. Contohnya,
fobia badut, fobia ketinggian, dan lain sebagainya. Beberapa gejala fisik dan emosional yang mungkin dialami orang dengan
kondisi ini di antaranya:
- Detak jantung dan nafas
tidak teratur
- Rasa takut berlebihan hingga
berkeringat
- Mendadak mual
- Sangat menghindari segala
hal yang berhubungan dengan hal-hal yang ditakutinya
- Mendadak lemas dan bisa juga sampai pingsan
Apa saja cara yang
dapat dilakukan untuk mengatasi anxiety
disorder?
Anxiety
disorder tidak akan
menghilang dengan sendirinya. Berikut beberapa hal-hal sederhana yang bisa
dilakukan di rumah untuk membantu meredakan gejala gangguan kecemasan:
· Tenangkan pikiran dengan
melakukan meditasi atau beribadah.
· Berendam air hangat untuk merileksasikan
otot-otot yang menegang.
· Berolahraga selama kira-kira 30
menit/hari
· Menggunakan minyak esensial untuk pijat atau
aromaterapi yang memberikan efek menenangkan.
· Melakukan hobi yang disukai atau
bahkan mencoba hal-hal baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya.
· Bercerita dengan orang-orang terpercaya.
Keluarga, pasangan, atau sahabat terdekat.
· Jangan ragu untuk mencari
dukungan ke dokter atau psikolog jika memang diperlukan.
DAFTAR PUSTAKA
Swari, Risky Candra. (2019). Apa itu anxiety
disorder (gangguan kecemasan). Diakses di https://hellosehat.com/penyakit/anxiety-disorder-gangguan-kecemasan/
pada 13 Juli 2019
Hidayat, Bahril. (2017). Pengaruh Meditasi Terhadap Gangguan
Kecemasan. Diakses di https://www.researchgate.net/publication/320237693_Pengaruh_Meditasi_Terhadap_Gangguan_Kecemasan
pada 13
Juli 2019
Hardiani. (2012). Diakses di https://eprints.uny.ac.id/9709/2/BAB%202%20-07104244004.pdf
pada 13 Juli 2019



Komentar
Posting Komentar